Locations of visitors to this page Jambi Medica: BOLEHKAH BERTANDING BOLA SETELAH BERMAIN CINTA ?

Selasa, 15 Februari 2011

BOLEHKAH BERTANDING BOLA SETELAH BERMAIN CINTA ?

Jambi Medica

image
SEBAGIAN orang menganggap bercinta sebagai bagian dari aktivitas olahraga membakar kalori. Jantung yang berdetak keras dan otot tubuh meregang, menjadi pertimbangan sebagian mereka untuk menjadikannya sebagai olahraga di atas ranjang.

Namun ditengarai, bercinta sebelum melakukan kegiatan fisik berat, seperti sepakbola justru tidak dianjurkan, karena bisa mengganggu stamina dan performa bermain di lapangan

Aturan ini diberlakukan para pelatih sepakbola untuk atlitnya sejak 1970-an. Dimana sebelum laga, para atlit diharuskan menahan godaan alias puasa bercinta.

"Sebenarnya tidak ada alasan tepat untuk membenarkan pendapat ini. Dasar fisiologisnya tidak ada," ungkap John Bancroft, mantan Direktur Kinsey Institute For Sex, Gender, and Reproduction Research di Bloomington, Indiana, seperti dikutip CyberNews dari Bioedonline.

Seks tidak memengaruhi kekuatan, daya tahan atau kapasitas tubuh mengalirkan oksigen, imbuhnya.

Hal ini didasarkan atas percobaan penelitian yang pernah dilakukan Bancroft pada 12 atlit pria. Ia memantau mereka yang memakai treadmill selama 12 jam setelah bercinta. Hasilnya, sama sekali tidak memengaruhi performa tubuh. Pun terhadap cengkeraman, keseimbangan, pergerakan lateral, waktu reaksi atau kekuatan aerobik. Ini berlaku juga untuk efek pada konsentrasi mental atlet pria.

Namun periode refaktori atau kelesuan selama 20 menit yang menyerang remaja pria sampai usia pertengahan selama 24 jam, bukanlah disebabkan faktor bercinta sebelum bertanding, tetapi lebih karena kinerja fisik tubuhnya.

Menariknya, Bancroft justru menemukan, otak pria selama orgasme akan terinduksi dan mengalami relaksasi yang bisa berlangsung hingga esok harinya. Namun, masa relaksasi otak ini bukan waktu terbaik untuk bermain di final laga besar.

Hormon prolaktin yang berada di puncak beberapa jam setelah bercinta, diduga beberapa ahli sedikit berpengaruh. "Tapi perannya belum diketahui pasti." Adanya faktor psikologis, baik kewaspadaan dan agresivitas juga mempengaruhi kinerja.

Tidak ada komentar: